Sponsor

Trafik

LINK EXCHANGE

Badge
Atau ini Badge2

Copy and paste on your blog/web. link me And I will link you back

Cerpen : Puyuh Aku  

Pada liburan kemarin, aku pergi ke rumah nenek. Disana aku bermain bersama saudara-saudaraku. Esok harinya aku pergi ke sawah bersama pamanku, aku suka pergi ke sawah karena disana banyak hal-hal yang menarik bagiku.

Di sawah,kakekku menanam buah dan sayuran seperti: bunga kol,selada,tomat,cabe,pepaya,pisang,jeruk,dan sebagainya,tapi aku tidak begitu suka dengan semua itu,yang paling aku suka adalah mengambil telur puyuh yang masih ada di kandang.

Pada saat aku masuk ke kandang aku melihat ada ayam betina yang sedang mengerami telur,lalu aku bertanya kepada pamanku,”Paman telur yang dierami ayam ini ada berapa ?” kemudian paman bilang,”Kalau tidak salah ada 11 telur. ”Setelah itu aku mulai mengambil telur-telur puyuh yang ada di kandang, kemudian aku memesukkannya ke dalam kardus yang diberi tatakan telur.

Pada saat aku memasukkan telur-telur itu aku mendengar ada suara ,kretek.....kretek.....kretek aku jadi takut mendengar suara itu, lalu aku coba untuk mencari sumber suara itu, setelah aku cari beberapa saat ternyata suara itu berasal dari telur yang sedang dierami oleh ayam.


Kemudian aku bilang pada pamanku,”Paman telur ayam yang ada di sebelah kandang puyuh ada yang menetas, lucu.......sekali!” lalu paman bilang,”Biarkan saja dulu nanti kalau sudah menetas semuanya lalu kita pindahkan ke kandang yang lebih kecil,kamu nanti bantu paman ya!”

Setelah semuanya menetas pamanku memindahkan anak ayam itu kedalam kandang kecil yang sudah diberi lampu yang bertujuan untuk menghangatkan tubuh anak ayam yang mungil. Anak ayam itu lucu sekali bulunya halus dan berwarna-warni ada yang kuning, putih, kuning hitam, hitam putih, dll.

Aku sangat suka anak ayam, tapi kalau sudah jadi ayam jantan atau ayam betina aku kurang suka,karena dia jadi besar, kadang-kadang mematuk kaki atau tangan kalau sedang diberi makan, makanya kalau aku disuruh memberi makan ayam yang sudah besar aku nggak mau.

Kemudian aku bertanya kepada paman,”Paman berapa yang menetas ?” “Ada 10 ekor anak ayam yang menetas. ” Lalu aku bilang,”Bukannya tadi paman bilang ada 11 telur, kok tinggal 10 ?” “Memang tadi telurnya 11 tapi kalau anak ayamnya hanya 10 ekor itu wajar, kan telur yang dierami itu tidak harus menetas semua,tapi memang ada yang menetas semua,ya sudah sekarang kita pulang dulu bilang sama kakek kalau telurnya sudah menetas!”

Setelah puas bermain di sawah dan badanku sudah lelah sekali, aku pulang kerumah dengan hati gembira.Setelah sampai dirumah aku ceritakan semua yang terjadi di sawah,aku bilang kalau telur ayam yang ada di sebelah kandang puyuh itu sudah menetas dan jumlahnya ada 10 ekor anak ayam yang lucu, mungil,dan imut....mut....mut! Senang sekali rasanya kalau aku ingat kejadian itu anak ayam yang lucu,uh.......gemeees deh lihatnya!


0 comments: to “ Cerpen : Puyuh Aku

Blog Directory

Statistik

JOS Theme By Adha Yuliandarmaji Powered by Blogger